Skip to main content

Posts

Featured

Jadi Diri Sendiri di Tengah Badai

Sulit untuk jadi diri sendiri. Sungguh.

Apalagi dengan bisingnya sosial media. Setiap hari, setiap jam, kita dibombardir dengan pendapat orang lain; tentang suatu peristiwa, tentang seseorang, tentang kita. Begitu riuhnya pendapat yang dibagi, kita kadang tak tahu lagi apakah pendapat kita itu milik sendiri atau sesungguhnya milik orang lain.

Orang menyampaikan pendapat, orang beradu pendapat, orang memberi jempol, memberi apresiasi, memberi hujatan, meniadakan 3 detik untuk berpikir sebelum menuliskan sesuatu. Kata-kata dilempar di dunia maya seakan tidak ada harganya. Padahal kata-kata, ketika sudah menyakiti, tak bisa ditarik kembali. Kebebasan berpendapat dan berekspresi adalah yang dipergunakan untuk bersembunyi. Ini terjadi setiap hari. Kita berputar-putar di lingkaran kebencian, apresiasi semu, distorsi informasi. Kita jadi bagian dari lingkaran ini. Kita memberi makan lingkaran ini. Kita membuatnya makin besar, makin berkuasa. Termasuk saya.

Hingga hari ini, bahkan setelah beg…

Latest Posts

Mencari Rekahan

Untuk Sri Hastuti di Hari Perempuan Sedunia

My Darling Girl

Seven Days in the Galapagos

Un Poquito de Quito