Skip to main content

Posts

Featured

Saudari, Ayo Berdiri!

Usia saya waktu itu kira-kira delapan tahun. Saya pulang les balet bersama mbok asisten rumah tangga naik angkot. Lalu seorang laki-laki, mungkin usianya pertengahan 20-an, masuk ke dalam angkot yang saya tumpangi. Ia menundukkan badannya untuk masuk lalu ia meletakkan jari telunjuknya di lutut kanan saya sebelum ia kemudian duduk di seberang saya.

Mungkin ini hanya gerakan refleks supaya ia tidak jatuh. Mungkin tidak ada maksud apa-apa di balik gerakan itu. Tetapi anehnya saya masih ingat momen itu hingga detik ini, hampir 30 tahun kemudian. Saya masih ingat perasaan saya saat itu: marah, kesal, violated, bingung. Saya tidak suka ia menyentuh saya, meski hanya dengan satu jari.

Tumbuh besar di Indonesia, sejak kecil saya sudah sering mengalami cat calls oleh laki-laki yang tidak saya kenal, baik yang seumuran atau lebih tua. Itu makanan perempuan sehari-hari. Hanya jalan kaki tapi bisa tiba-tiba mendapat siulan, panggilan, ejekan oleh mulut-mulut jahil. Badan saya dari dulu mungil, d…

Latest Posts

Indonesia Tempatku Pulang

Anak Perempuan

Kisah Pendek si Kotak Hitam

It Got Dark

What I Learned in 2017

Kemarin Hati Saya Perih

The Kindness Route

Jadi Diri Sendiri di Tengah Badai

Mencari Rekahan

Untuk Sri Hastuti di Hari Perempuan Sedunia