Perempuan di Cermin
Suatu pagi, aku bangun dari tidur, masuk ke kamar mandi, dan melihat bayanganku di cermin
Perempuan berkulit sawo matang, rambut berantakan, kantung di bawah mata
Perempuan ini kukenal dekat
Ia menjalani usia 20an dan 30an dengan berani walau kadang kebingungan
Ia mengisi masa-masa itu dengan pengalaman-pengalaman sesuai ekspektasi masyarakat
Termasuk menikah, membangun keluarga, dan mempertahankan keluarga
Kini di usia 40 tahunan ia dipersilakan lagi membuka babak baru
Tak ada yang menahannya untuk memilih pengalaman-pengalaman yang ia inginkan
Ia memberi dirinya izin untuk berbuat salah dan mencari tahu
Mungkin untuk pertama kalinya ia benar-benar menyadari kebebasannya
Untuk melakukan yang ingin ia lakukan
Tanpa takut, tanpa ragu
Ini hidupnya
Hanya satu kali
Ia dan energinya bukan untuk mereka yang tidak bisa menjaganya
Ia dan energinya hanya untuk yang menyayanginya
Dan dirinya, dirinya adalah yang paling tercinta-cinta padanya
Maka di dekade ini ia tidak lagi nomor dua, apalagi tiga
Ia yang utama
Mereka yang membuatnya mempertanyakan ini harus keluar
Tidak ada lagi akses untuk mereka yang membuatnya mempertanyakan kewarasannya
Perempuan berkulit sawo matang, rambut berantakan, kantung di bawah mata
Seorang manusia yang penasaran akan hidup dan dirinya sendiri
Aku menyayanginya
Sangat-sangat mencintainya
Andini Haryani
for the love of my life
Comments
Post a Comment